Yang Harus Diperhatikan Ketika Membeli Semen di distributor semen

Contoh bangunan

Untuk memilih semen yang berkualitas dan tepat guna, ketika Anda belanja di distributor semen, tentunya tidak boleh sembarangan. Mengingat, Anda kali ini mewakili para pelanggan atau konsumen yang memang membutuhkan produk semen yang berkualitas tersebut. Seperti diketahui bersama, saat ini di pasaran ada cukup banyak produsen semen, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan ketika membeli produk semen yang tepat, selain masalah kualitas, antara lain :

  1. Sudah memiliki logo SNI

SNI atau Standar Nasional Indonesia, adalah hal dasar yang harus Anda lakukan ketika berbelanja atau membeli produk semen di distributor semen. Mengingat saat ini, produk semen yang ada di Indonesia, tidak hanya semen produksi dalam negeri saja, namun produk impor lainnya juga tersebar di Indonesia. Dengan adanya standar SNI tersebut, artinya produk semen yang ditawarkan sudah berstandar nasional, dan aman untuk digunakan.

  1. Kemasan tidak rusak

Hal berikutnya yang juga perlu diperhatikan adalah, memperhatikan kemasan produk. Pilih kemasan yang masih utuh, alias tidak rusak, baik rusak segel, kertas kemasan dan yang lainnya. Artinya produk yang ada di dalam, masih terjaga kondisinya dengan baik.

  1. Tidak disimpan terlalu lama 

Idealnya, maksimal penyimpanan semen adalah 1 bulan. Anda dapat mengetahui hal ini dengan cara menekan kemasan semen itu sendiri. jika ditekan terasa lunak dan lembut, artinya kualitas semen masih bagus. Namun ketika ditekan, terasa sedikit keras, artinya semen sudah terlalu lama disimpan, dan kualitasnya juga sudah mulai berkurang.

  1. Tidak menggumpal dan kasar

Semen yang berkualitas, umumnya ketika dipegang secara langsung, terasa lembut seperti butiran debu, yang akan langsung terurai dan tidak ada bagian yang menyatu.

  1. Dilihat dari warnanya

Idealnya warna semen adalah abu-abu kehijauan. Ini adalah hasil reaksi dari MgO, FeO dan juga Aluminat yang ada di dalam KiLn. Bahan-bahan tersebut akan sangat mempengaruhi warna dari semen itu sendiri.

  1. Teknik penyimpanan 

Semen yang baik, sebaiknya disimpan dalam ruang tertutup, dan terlindung dari sinar matahari dan juga hujan. Apabila semen disimpan secara sembarangan, maka akan memperpendek usia penggunaan semen. Tidak hanya itu, sebaiknya simpan dan letakkan semen dengan tinggi maksimal 10 sak, agar beban paling bawah semen tidak terlalu berat.

Dengan adanya informasi seperti di atas, kini Anda dapat lebih teliti dalam berbelanja semen di distributor semen, dan memperoleh produk semen yang tepat, sesuai kebutuhan, berkualitas, dan tentunya dalam kondisi baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *